TRAGIS Ayah Ini Tak Tahu Telah Tidur Bersama Anaknya yang Sudah Meninggal, Ibu Tiri Purapura Tak Tahu, Ini Penyebabnya

 


Seorang bocah di Tulang Bawang, Lampung menjadi korban penganiayaan ibu tirinya hingga meninggal. Tragisnya, bocah yang meninggal itu ditidurkan di kamarlayaknya anak tertidur.

 Ayahnya yang baru pulang dari bekerja lantas tidur bersama sang anak,tak mengetahuikalau sang bocah sudah meninggal. Bocah yang meninggal itu diketahui bernama Tegar Pratama yang baru berusia 2 tahun. 

Dia ternyata meninggal setelah dianiaya ibu tirinya. Kasus tersebut terungkapsetelah ayah kandung korban, Dwi Saputra membuat laporan polisi pada 17 November 2021.

Kini pelaku atas nama Linda Sari (24) alias Linda yang merupakanibu tiri korban sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

 Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada 13 November 2021 pukul 08.30 WIB di kontrakan milik pelapor yang beralamat di Kecamatan Tumijajar, Tubaba Ketika itu, Linda berada di rumah kontrakan bersama Tegar, anak tirinya. Lalu sekitar pukul 19.00 wib, Dwi Saputra, ayah kandung korban, berangkat untuk mengantarkan barang ke suatu tempat. 

"Ayah korban ini memang bekerja sebagai sopir nganter barang. Jadi malam itu ayah korban berangkat pukul 19.00 WIB sampai sekitar pukul 23.00 WIB," kata AKBP Sunhot P Silalahi didampingi Kasatreskrim AKP Fredy Aprida Putra saat ekspose di Mapolres Tubaba, Karn is (16/12/2021). 

Usai mengantar barang, lalu Dwi pulang ke rumah sekira pukul 24.00 WIB. 

"Saat pulang dia melihat anaknya memang dalam posisi tidur di kasur dalam kamar. Karena sudah malam, lalu dia pun istirahat"kata Sunhot. 

Malam kejadian itu memang tidak ada yangg mencurigakan. Situasi ketika itu terlihat biasa saja. "Awalnya pelapor tidak mengetahuisecara pasti bagaimanakorban bisa meninggal,karena pelapor tidak mengetahuikejadian tersebut,"kata Kapolres. 

Namun pada pagi harinya, ayah korban curiga terhadap korban yang tidur tidak kunjung bangun. 

"Begitu dibangunan ternyata korban sudah kaku, sudah meninggal," kata Kapolres.

Kemudian Dwi meminta tetangganya untuk mengangkat korban karena mengaku tidak tega. Pada saat itu, dia melihat darah keluar dari mulut, hidung, dan sedikit dari mata dan telinga. 

"Dia lalu melaporkankan kejadian tersebut ke Mapolres Tubaba untuk di tindak lanjuti," kata Kapoi res. 

Sementara, saat kejadian Linda, ibu tiri korban, merasa biasa saja. Dia merasa tidak tahu atas kejadian yang menimpa korban. 

Lalu, pada hari Selasa tgl 30 November 2021 dilaksanakanpemeriksaanmaraton terhadap Linda, ibu tiri korban. Berdasarkanalat bukti yang terpenuhimaka dilaksanakan gelar perkara penetapan tersangka.

 "Awalnya si Linda ini mengelak pembunuhanitu mengarah pada dirinya. Tapi penyidik terus mencecar dia. Kecurigaan penyidik mengarah ke Linda ini" kata Kapolres. 

Setelah dicecar petugas, Linda mengakui telah membunuh korban.

 "Motifnyakarena kesal, sehingga menganiaya korban sampai meninggal. Dia membekap korban sampai kehabisannafas," ungkap mantan Kasatnarkoba Polresta Jambi ini. 

Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, dia mengakui telah membekap mulut dan hidung korban dengan kedua tangannya.

 "Tersangka membekap mulut dan hidung korban selama 20 menit hingga korban tidak bernyawa" kata Kapolres.

 Mendapati korban sudah tidak bernyawa, tersangka lalu memiringkan tubuh korban ke arah dinding dengan posisi tidur. 

Tersangka lalu mengganjal tubuh korban dengan guling warna merah. Ini dilakukan tersangka agar tidak terlihat oleh ayah kandung korban jika dia telah meninggal. 

Setelah itu, tersangka sempat membersihkan telapak tangannya yang terkena darah dari mulut korban di kamar mandi. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel